Semabngat sahabat afida, kali ini ada berita virall nih. Di sepuluh Negara pernikahan anak dilegalkan. Ha? Pernikahan anak dilegalkan? Wahh apa jadi tuh. Banyak anak yang memiliki suara tapi dalam hati. Sebenarnya pernikahan anak merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak asasi manusia, namun banyak dari mereka yang tidak memilih untuk berbicara.

Apakah perkawinan anak dapat menimbulkan konsekuensi negative?

Yups, betul sekali, perkawinan anak memiliki sejumlah konsekuensi negative seperti meningkatnya angka kematian sang ibu maupun anak. Dapat juga menyebabkan permasalahan pada kesehatan mental anak, penyakit menular seksual, dan yang paling parah adalah konmplikasi kehamilan.

Terlepas dari konsekuensi negative tersebut, terlepas dari hokum yang melarang pernikahan anak, pada kenyataannya lebih dari jutaan anak dinikahkan setiap tahun. Pernikahan anak dilegalkan? Yups memang ada guys. Salah dari Negara yang melegalkan pernikahan anak diantara lain; Afrika, Asia selatan, Amerika selatan yang termasuk dari Negara tempat perkawinan, tapi pada sesungguhnya hal ini terjadi di seluruh dunia.

Sebenarnya faktor pernikahan anak dilegalkan ini pada dasarnya ada beberapa alasan. Salah satu faktor dari perkawinan anak ini adalah kemiskinan atau ekonomi rendah, logika berfikir ketika keluarga memilki cukup uang, menikahkan gadisnya yang masih belia (ketika dia mungkin lebih berharga) hal itu dipandang perlu. Sehingga mahar atau mas kawinnya dapat membantu keluarga yang membutuhkan uang.

Namun, perlu kita ketahui bukan hanya Negara-negara berkembang yang memaksa anaknya untuk menikah, baik itu anaknya laki-laki maupun perempuan.dan berikut ini adalah salah dari beberapa Negara yang melegalkan pernikahan anak.

  1. Ukraina

Sahabat afida ada yang tau Negara ukraina? Meskipun di Negara ukraina ini minimum usia untuk menikah adalah 18 tahun, ukraina ini memiliki pengecualian di mana enam belas dan tujuhb belas tahun dapat menikah dengan ijin dari pengadilan. Akan tetapi pada Negara ini tingkat pernikahan anak tidak terlalu dikenal, tetapi terdapat satu survey menunjukkan sekitar 10% anak perempuan menikah sebelum delapanbelas tahun. Kalau teringat jadi sedih gitu, so insecure. Ada juga Negara selain ukraina. Mau tau ngga sahabat afida? Yuk kepoin deh.

  • Georgia

Georgia ini adalah salah satu dari Negara eropa yang sangat tradisional, sebagai tempat dimana pernikahan anak menjadi terlalu umum. Syedih deh, ini pernikahan anak menjadi umum loh. Presentase yang pasti menyebutkan bahwa pastry anak perempuan yang menikah di Georgia tidak jelas karena fakta bahwa keluarga menemukan celah dalam undang-undang dengan menunda pendaftaran pernikahan, tetapi jumlahnya setidaknya 17%.

Hal ini terlepas dari kenyataan bahwa Georgia memiliki undang-undang yang melarang pernikahan  anak, seperti usia minimum 18 tahun. Rata-rata di Negara Georgia pernikahan  yang terjadi terdiri dari seorang gadis muda (kadang-kadang bahkan tidak remaja).

Artikel aslinya di Post pada : January 14, 2020 @ 3:58 pm

Chat Afida
Butuh bantuan?
Sahabat Afida, Mau info harga paket ?
Silahkan chat kami yaa
Powered by